Asupan Ilmu dan Jiwa Ananda
Tentu miris melihat seorang anak berani dan membuat derita bagi orang tuanya. Pemandangan yang sangat menyakitkan. Dimana Ayah Bunda telah mengajarkan bagaimana berjalan, berkata- kata. Namun ketika beranjak dewasa, bukannya menjadi penyejuk hati bagi Ayah Bunda. Justru menjadi duri dari dalam keluarga. Setiap perilakunya memberikan rasa takut pada Ayah Bunda. Setiap ucapannya menyayat hati Ayah Bunda.
Bunda yang telah mengandungnya dengan letih dan kelelahan, bahkan mengorbankan hidupnya untuk kelahiran Ananda.
Ayah yang membanting tulang, rela dicemooh dan dihina untuk memberikan rezeki yang halal untuk ananda. Namun perlakuan sebaliknya dilakukan Ananda pada Ayah Bunda. Maka perlu kita telisik yang menjadi sebab Ananda berprilaku yang tak pantas dan tergolong dalam dosa besar. Adakah hal yang lalai tak Ayah Bunda penuhi? Mustahil bagi Ananda untuk berbakti kepada Ayah Bunda, apabila tidak dikenalkan nilai- nilai Islam berkaitan dengan berbakti kepada kedua orang tuanya.
“Dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” (QS. Al-Isra`: 24)
Dengan mangajarkan akhlak dan perilaku islami kepada Ananda pada waktu kecil, dengan begitu ananda akan mendoakan Ayah Bunda ketika dewasa. “Tidak ada pemberian orang tua kepada anaknya yang lebih baik dari pada akhlak yang baik.” (HR. At-Tirmidzi)
Setelah mengenalkan pada nilai-nilai Islam pada Ananda. Maka Ayah Bunda juga dianjurkan untuk memenuhi sisi psikologis Ananda. Seperti dikisahkan bahwa Aqra’ bin Habis pernah melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang mencium Hasan. Dia (Aqra’ bin Habis) lalu berkata, “Sesungguhnya aku mempunyai sepuluh orang anak namun aku tidak pernah mencium satu pun dari mereka. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya barang siapa yang tidak menyayangi maka dia tidak akan disayangi.”
(HR.Muslim)
Hal ini bisa diakibatkan kesibukan Ayah Bunda sehingga jarang sekali bertemu dengan Ananda. Ayah Bunda sibuk mencari penghidupan duniawi hingga jarang memberikan sentuhan kasih sayang pada Ananda.
Jangan sampai gegara adanya hak Ananda yang tidak terpenuhi menjadi salah satu sebab Ananda membangkang pada Ayah Bunda. Semoga dengan doa yang terus disuguhkan ke langit menjadi sebab Allah jaga Ananda menjadi anak yang berbakti pada Ayah Bundanya.