Sejarah Berdirinya Yayasan
Satu tahun sebelum nama Yayasan Ar-Risalah Surakarta resmi tercatat di hadapan notaris, sekelompok dai muda telah menyalakan api dakwah. Mereka berkumpul, berembuk, lalu melahirkan sebuah karya sederhana namun penuh makna: majalah dakwah.
Majalah itu bukan sekadar lembaran kertas berisi tulisan. Ia adalah suara hati, jeritan zaman, sekaligus cahaya yang menuntun pembacanya kepada Islam yang lurus. Dalam waktu singkat, majalah Ar-Risalah dikenal luas sebagai majalah keluarga Islami, bahkan sebagian orang mengira sekolah-sekolah Ar-Risalah yang lahir kemudian adalah bagian dari majalah itu.
Namun perjalanan tidak berhenti di sana. Setahun berjalan, para dai muda menyadari satu hal: perjuangan ini membutuhkan badan hukum resmi. Mereka melihat bahwa majalah sebagai media dakwah lebih dekat pada dunia usaha yang profit oriented. Sedangkan cita-cita mereka lebih luas — mendidik generasi Qur’ani, membangun dakwah sosial, dan menebar manfaat yang berkelanjutan.
Maka lahirlah sebuah keputusan besar: memisahkan fokus antara majalah dan pendidikan. Dari sinilah gagasan mendirikan Yayasan Ar-Risalah Surakarta menemukan momentumnya.
Tanggal 12 September 2000, sejarah itu ditorehkan. Di hadapan notaris Afifah, tujuh orang pendiri hadir mengikrarkan tekad:
-
Sigit Rahardja – Pembina
-
Rachmat Budi Santosa – Pengawas
-
Zulfikar – Pengawas
-
Arif Rifai – Ketua
-
Muhammad Ismail – Sekretaris
-
Sunarto – Bendahara
-
Imam Murid – Anggota
Mereka adalah tujuh pionir, yang dengan segala keterbatasannya meletakkan fondasi bagi berdirinya sebuah lembaga besar yang kelak akan mengakar kuat di tengah masyarakat.
Dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun ajaran 2002/2003, cita-cita mulia itu mewujud nyata dengan lahirnya Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ar-Risalah. Dari sinilah pintu gerbang pendidikan berbasis Al-Qur’an dan adab terbuka lebar.
Seiring berjalannya waktu, estafet kepengurusan terus berganti. Namun, semangat yang diwariskan para pendiri tetap menyala. Dakwah dan pendidikan Ar-Risalah berkembang melampaui batas kota Surakarta. Kini, tercatat sudah lima cabang kepengurusan yang berdiri kokoh di berbagai daerah:
-
BPY cabang Miri, Sragen
-
BPY cabang Jatiyoso, Karanganyar
-
BPY cabang Secang, Magelang
-
BPY cabang Wirosari, Grobogan
-
BPY cabang Wonosari, Klaten
Lebih dari dua dekade berlalu sejak 2000, Yayasan Ar-Risalah terus tumbuh sebagai rumah dakwah, pendidikan, dan sosial yang menjadi pelita bagi umat. Apa yang dulu dimulai dari lembaran majalah sederhana, kini telah menjelma menjadi gerakan besar untuk melahirkan generasi Qur’ani yang beradab dan berilmu.
Legalitas Yayasan
Yayasan Ar-Risalah Surakarta merupakan badan hukum yang sah dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui:
-
Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor AHU-2816.AH.01.02.Tahun 2008 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Yayasan Ar-Risalah Surakarta, tanggal 30 Juni 2008.
-
Perubahan data terakhir melalui Akta Notaris Nomor 34, tanggal 22 Juli 2022, dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Yayasan Nomor AHU-AH.01.06-0035579, tanggal 28 Juli 2022.
Berkedudukan di:
Dukuh Dregan RT 03/RW 06, Kelurahan Pabelan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Dengan legalitas ini, Yayasan Ar-Risalah Surakarta berhak menjalankan kegiatan pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia.


