09
Sep

Komisi Usaha Ar-Risalah Gagas Kemandirian Lembaga dan Ketahanan Pangan Berbasis Sorgum

PABELAN — Yayasan Ar-Risalah kembali menggelar Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) rutin bulanan pada Sabtu, 6 September 2025, bertempat di Dakwatorium Ar-Risalah, Pabelan, Kartasura. Agenda bulanan ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan program dan arah kebijakan lembaga.

Pada Rakorcab kali ini, Komisi Usaha Yayasan Ar-Risalah menegaskan pentingnya merancang program bisnis yang berorientasi pada:

  • Kemandirian lembaga,
  • Kesejahteraan guru dan karyawan, serta
  • Penguatan ketahanan pangan umat.


Sorgum Jadi Sorotan

Salah satu topik yang mencuri perhatian adalah presentasi dari Mbah Boy mengenai sorgum. Tanaman pangan ini merupakan warisan leluhur Nusantara yang kaya nutrisi, halal, thoyib, dan sehat.

“Generasi sekarang harus dikenalkan dengan sorgum. Kita punya tanggung jawab terhadap tubuh kita untuk memberikan makanan yang halal, thoyib, dan kaya nutrisi,” ungkap Mbah Boy.

Beliau menggagas ide besar agar 3 juta santri penghafal Al-Qur’an dapat menjadikan sorgum sebagai makanan pokok pengganti beras. Dengan pangan bergizi, santri dapat tumbuh lebih sehat, kuat, dan siap menjadi generasi Qur’ani yang tangguh.


Fakta Nutrisi: Sorgum vs Beras dan Gandum

Selain sejarahnya yang kuat, sorgum juga memiliki keunggulan dalam sisi nutrisi: Indeks glikemik sorgum (41) jauh lebih rendah dibanding beras putih (70–74) dan gandum olahan (77), sehingga lebih aman untuk kadar gula darah. Sorgum lebih kaya serat, protein, vitamin, dan mineral dibanding nasi dan gandum. Dengan fakta ini, sorgum layak disebut sebagai solusi pangan masa depan yang sehat dan berkelanjutan.

Dukungan Nyata

Sebagai bukti nyata, Mbah Boy membawa bibit sorgum dan membagikan satu pouch (250 gr) sorgum kepada peserta Rakorcab untuk dicoba dimasak di rumah masing-masing. Beliau juga berbagi pengalaman menanam sorgum di Giriwoyo, yang bisa dipanen dalam waktu 100 hari dan berulang setiap 2 bulan sekali.

Para peserta Rakorcab menyambut antusias, berdiskusi, hingga menyimpulkan bahwa diperlukan mobilisasi masyarakat untuk kembali melestarikan sorgum sebagai pangan halal, sehat, dan bergizi.

Dengan semangat Rakorcab bulanan, Yayasan Ar-Risalah terus berkomitmen menghadirkan inovasi strategis — tidak hanya dalam bidang pendidikan dan dakwah, tetapi juga dalam menopang kesejahteraan guru dan karyawan serta mewujudkan ketahanan pangan umat.