10
Jan

Kemurahan Hati Dan Kesabaran

Serombongan utusan Bani Abdil Qais dari Bahrain mendatangi Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka datang untuk menemui dan berbicara dengan Rasulullah. Mereka berjalan dari Ahsa’ menuju Madinah.
Setelah melakukan perjalanan mereka beristirahat di sekitar Madinah. Para utusan tersebut ingin segera menemui Rasulullah, namun Asyajj Abdul Qais berkata kepada mereka, “Tunggulah, berpakaianlah yang rapi. Mandilah dan gunakan wewangian, baru kemudian bertemu dengan Rasulullah.

Akan tetapi para utusan tersebut tergesa-gesa ingin segara bertemu dengan Rasulullah, meski dalam kondisi kusam setelah melakukan perjalanan. “Kami akan menemui Rasulullah sekarang.”
Kemudian seluruh utusan bertandang menemui Rasulullah. Tinggallah Asyajj sendirian. Para utusan tersebut menemui Rasulullah dengan pakaian yang berdebu dan penampilan yang tidak rapi.
Berbeda dengan Asyajj ia pergi ke kebun lalu mandi dan memakai pakaian yang rapi serta dilengkapi dengan serban dan wewangian.

Selanjutnya Asyajj mengambil tongkatnya dan menemui Rasulullah sholallahu a’alaihi wa sallam. Pada saat itu beliau sedang duduk diantara orang banyak dan utusan yang lain telah berada di dalam masjid mendahului Asyajj. Ketika Asyajj masuk Rasulullah mengamatinya langkah-demi langkah hingga asyajj duduk.

Rasulullah menatap kepada para utusan tersebut, lalu bertanya, “Dari manakah asal utusan ini?”. Sudah menjadi kebiasaan di Madinah bahwasanya selalu siap menanti datangnya para utusan dengan jumlah yang banyak. Satu utusan datang, satu utusannya lainnya pergi“Kami dari Kabilah Rabi’ah.” jawab utusan tersebut.

Rasulullah berkata, ”Selamat datang kepada kaum yang datang, tak ada kerugian maupun penyesalan.”
Kemudian Rasulullah menoleh kepada Asyajj bin Qais, dan berkata, “Pada dirimu terdapat dua sifat yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, yaitu kemurahan hati dan kesabaran.” Beliau mengetahuinya karena Asyajj datang dengan tenang, memakai pakaian yang indah dan rapi, kemudian duduk dan bertanya dengan pertanyaan orang berakal.

“Wahai Rasulullah, apakah kedua sifat tersebut diciptakan oleh Allah dalam diriku, ataukah aku yang berhias diri dengan keduanya?” Tanya Asyajj. Rasulullah menjawab, “Allah-lah yang menciptakan keduanya pada dirimu.”
“Alhamdulillah yang telah menciptakan pada diriku sifat yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.”

Hikmah : Bersikap tenang, Berpenampilan Rapi