16
Agu

Belajar dari Saudara Sendiri: SDIT Ar-Risalah Secang Magelang Study Banding ke Surakarta

Rombongan lengkap dari Yayasan hingga Tim Media hadir untuk saling berbagi ilmu pengelolaan sekolah, strategi tahfidz, dan penanaman adab demi mencetak generasi Qur’ani.

Surakarta – Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti kompleks SDIT Ar-Risalah Surakarta pada Rabu, 13 Agustus 2025.
Hari itu, sekolah kedatangan tamu istimewa: rombongan study banding dari SDIT Ar-Risalah Secang, Magelang.

Rombongan yang hadir kali ini bukan rombongan biasa. Mereka datang lengkap, mulai dari unsur Yayasan, Kepala Sekolah,
Komite Sekolah, Guru Mata Pelajaran, Guru Tahfidz, hingga Tim Media. Tujuan mereka jelas: belajar, berbagi, dan mencari
inspirasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah masing-masing.

Sambutan Penuh Kehangatan
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh keluarga besar SDIT Ar-Risalah Surakarta. Di awal acara, suasana kekeluargaan
langsung terasa. Tawa, senyum, dan jabat tangan erat menjadi tanda bahwa kunjungan ini bukan sekadar formalitas,
melainkan bagian dari ukhuwah antar lembaga pendidikan Islam.

Ustadz M. Ismail, S.T. Seketaris Yayasan Ar-Risalah Surakarta dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi.
“Kami merasa terhormat mendapat kunjungan dari saudara kita di Magelang. Insya Allah pertemuan ini menjadi ladang ilmu
dan ukhuwah, sehingga kita semua bisa terus memperbaiki layanan pendidikan,” ujarnya.

Tujuan Study Banding
Kegiatan study banding ini memiliki beberapa fokus pembahasan, di antaranya:

1. Pengelolaan Lembaga dan Yayasan – membahas sistem manajemen yang efektif, pembagian peran, serta pola koordinasi antar unit.
2. Penanaman Adab – strategi menanamkan nilai-nilai adab sejak dini kepada siswa, baik di kelas maupun di luar kelas.
3. Strategi Tahfidz – metode dan jadwal pembelajaran tahfidz yang terukur dan berkelanjutan.
4. Peran Komite Sekolah – bagaimana komite berkolaborasi mendukung kegiatan sekolah.
5. Fasilitas pendukung Perpustakaan dan Lab komputer – pengelolaan perpustakaan dan pembelajaran TIK
6. Tim Media – peran media sekolah dalam mendokumentasikan, mempublikasikan, dan membangun citra positif lembaga.

Belajar dari Praktik Nyata
Salah satu keunggulan dari kegiatan ini adalah adanya sesi praktik lapangan. Para peserta study banding tidak hanya
mendengarkan paparan, tetapi juga diajak langsung melihat proses kegiatan sekolah.

Mereka mengamati bagaimana guru-guru tahfidz membimbing siswa menghafal Al-Qur’an,
bagaimana budaya salam dan senyum dijaga setiap pagi, hingga bagaimana tim media mengabadikan momen untuk kemudian
dipublikasikan di kanal resmi sekolah.

“Banyak hal yang bisa kami tiru. Terutama soal sistem tahfidz yang konsisten dan pengelolaan media sekolah.
Ini penting agar informasi dan inspirasi dari sekolah bisa tersebar lebih luas,” ungkap salah satu guru dari SDIT Ar-Risalah Secang.

Penanaman Adab Sejak Dini
Dalam sesi diskusi, tim dari Surakarta memaparkan bahwa adab adalah fondasi utama pendidikan di Ar-Risalah.
Sebelum anak-anak diajarkan akademik yang tinggi, mereka dibiasakan untuk memiliki akhlak yang mulia: menghormati guru,
sopan kepada teman, disiplin waktu, dan menjaga kebersihan.

Guru-guru di SDIT Ar-Risalah Surakarta mempraktikkan hal ini setiap hari melalui contoh nyata, bukan hanya instruksi.
“Anak-anak melihat, anak-anak meniru. Pendidikan adab tidak bisa instan, harus menjadi budaya,” jelas salah satu guru senior.

Kolaborasi dengan Komite Sekolah
Peran Komite Sekolah juga menjadi pembahasan menarik. Di Surakarta, komite bukan sekadar formalitas, melainkan partner aktif sekolah. Komite membantu memberi masukan program, mendukung kegiatan besar, hingga menjadi jembatan komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah.

“Kami ingin menumbuhkan rasa memiliki dari orang tua. Ketika mereka merasa dilibatkan, dukungan yang muncul akan luar biasa,”
tutur Kepala SDIT Ar-Risalah Surakarta.

Peran Tim Media Sekolah
Dalam era digital, media menjadi wajah sekolah di mata masyarakat. Tim Media SDIT Ar-Risalah Surakarta menunjukkan bagaimana
dokumentasi kegiatan bisa dikelola dengan rapi, mulai dari pengambilan foto dan video, pengarsipan, hingga publikasi di media sosial dan website resmi.

“Media bukan sekadar untuk posting, tapi sebagai sarana dakwah dan inspirasi.
Kita ingin setiap konten yang keluar dari sekolah membawa nilai kebaikan,” jelas Ketua Tim Media.

Suasana Akhir yang Penuh Harapan
Setelah rangkaian diskusi dan observasi selesai, kegiatan ditutup dengan doa bersama. Kedua belah pihak berharap hubungan ini
akan berlanjut dalam bentuk kolaborasi dan saling menguatkan di masa mendatang.

Kepala SDIT Ar-Risalah Secang menyampaikan rasa terima kasih:
“Kami pulang membawa banyak pelajaran berharga. Semoga Allah memberkahi langkah kita untuk terus memperbaiki pendidikan anak-anak kita.”

Komitmen Ar-Risalah untuk Terus Berbenah
Bagi SDIT Ar-Risalah Surakarta, kunjungan ini menjadi pengingat bahwa proses perbaikan harus terus berjalan.
Belajar dari pihak luar, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring adalah langkah penting menuju pelayanan pendidikan terbaik.

“Kami akan terus berbenah. Bukan karena kami kurang, tapi karena kami ingin terus menjadi lebih baik,” tegas Kepala Sekolah SDIT Ar-Risalah Surakarta.