22
Feb

Ayah Bunda, Jangan Membuat Ananda Bosan Dengan Nasehat

Ayah bunda tentu sering mengalami satu momen dimana ananda jenuh bahkan tak mau mendengar nasehat ayah bunda sampaikan. Ayah bunda juga merasa telah mengajarkan kebaikan disetiap saat. Namun Ananda justru bersikap sebaliknya. Bukan salah nasehatnya.
Situasi tersebut membuat ayah bunda dengan respon beragam, sebagian mengganggap ananda yang bandel atau menyadari akan ketidaktepatan dalam menyampaikan nasehat.
Ayah bunda barangkali sering memberi nasehat hanya sekedar untuk meluapkan emosi, berharap ananda mengikuti nasehat ayah bunda. Semakin besar luapan ayah bunda, maka akan membuat ananda semakin bertingkah.
Bukan berarti ayah bunda acuh tak acuh kondisi ananda dengan mengabaikan setiap perilaku ananda, atau ayah bunda menjadi khawatir untuk memberikan nasehat pada ananda. Namun bagaimana memberikan nasehat secara efektif hal tersebut menjadi penting.
Dan yang paling utama selalu meniatkan ketika menasehati ananda untuk mencapai ridho Allah Subhanahu wa ta’ala.
Semisal Ayah bunda berharap ananda senang dalam membaca buku, maka ayah bunda harus mencari dan menemukan waktu dan suasana yang tepat dalam memberikan nasehat. Kapan itu? Ternyata ketika akan tidur dan bangun tidur waktu yang efektif untuk memberikan sugesti pada anak.
Dengan ungkapan pendek “Rajin membaca ya… Nak!” ungkapan singkat disampaikan pada waktu yang tepat dengan nada lembut insya Allah akan berdampak pada perilaku ananda.
Ibnu Mas’ud berkata, “Dahulu Rasulullah SAW tidak rutin dalam menasehati kami karena takut membuat kami bosan.”