19
Nov

AQLC Selenggarakan Dauroh & Pengijazahan Matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah Bersama Syaikh Hasan Abdul Ghanie Al Mushry

Sukoharjo – Ar-Risalah Qur’anic Learning Center (AQLC) kembali menyelenggarakan kegiatan peningkatan mutu guru tahfidz melalui Dauroh & Pengijazahan Matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah pada Rabu, 19 November 2025, bertempat di Aula SDIT Ar-Risalah Surakarta. Kegiatan ini menghadirkan Fadhilatu Asy Syaikh Hasan Abdul Ghanie Al Mushry, pakar qiraat asal Mesir, bersama keluarga; istri beliau Syaikhah Shaliha Ummu Ibrohim.

Dauroh ini menjadi bagian dari upaya AQLC untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an, memperdalam pemahaman kaidah tajwid, serta memperkuat sanad para Guru Tahfidz Ar-Risalah sebagai pendidik yang mengajarkan Al-Qur’an kepada generasi qur’ani masa depan.

Acara dibuka dengan sambutan dari Sekretaris Yayasan Ar-Risalah, Ustadz M. Ismail, S.T. Dalam arahannya, beliau menyampaikan pentingnya memanfaatkan momen berharga ini. “Kesempatan seperti ini jarang. Mari kita manfaatkan untuk belajar dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an agar ilmu ini dapat kita wariskan kepada anak didik kita,” ungkapnya. Pada kegiatan ini, Syaikh Hasan didampingi penerjemah, Ustadz Salman Al Jundi Amri, sehingga penyampaian materi dapat diterima dengan baik oleh seluruh peserta.

Keutamaan Al-Qur’an dan Fokus pada Surat Al-Fatihah

Pada sesi pertama, Syaikh Hasan Abdul Ghanie Al Mushry حفظه الله menyampaikan tentang keutamaan Al-Qur’an, pentingnya menjaga kemurnian bacaan, serta alasan mengapa seorang pengajar Al-Qur’an harus memberikan perhatian khusus pada Surat Al-Fatihah.

Syaikh menegaskan bahwa Al-Fatihah adalah surat yang dibaca berulang kali dalam shalat sehingga kesalahan sekecil apa pun perlu dibenahi dengan sungguh-sungguh.

Penyampaian Matan Al-Jazariyyah oleh Syaikhah Shaliha

Pada sesi kedua, Syaikhah Shaliha Ummu Ibrohim membacakan muqaddimah Matan Al-Jazariyyah dengan tartil yang jelas dan terarah. Seluruh peserta kemudian mengikuti bacaan tersebut bersama-sama, sehingga suasana belajar menjadi interaktif dan penuh konsentrasi.

Sesi Uji Bacaan: Kepala Sekolah Maju Pertama sebagai Teladan

Di akhir rangkaian dauroh, tibalah saatnya sesi tes bacaan Al-Fatihah. Ketika Syaikh mempersilakan peserta maju, Kepala Sekolah SDIT Ar-Risalah Surakarta, Dr. Sudrajat, M.Pd., langsung tampil pertama.

Langkah tersebut menjadi teladan kuat bahwa seorang pemimpin juga siap diuji, memperbaiki diri, dan belajar bersama para guru. Bacaan beliau mendapatkan apresiasi dari Syaikh Hasan, sehingga suasana menjadi hangat dan memotivasi peserta lainnya.

Uji bacaan dilanjutkan oleh para Guru Tahfidz Ar-Risalah bersama Syaikh Hasan, sementara guru tahfidz putri diuji langsung oleh Syaikhah Shaliha.

Terus Belajar, Jangan Berhenti Memperbaiki Bacaan

Momen sederhana ini meninggalkan kesan mendalam. Keteladanan pimpinan sekolah yang bersedia diuji paling awal menegaskan bahwa belajar Al-Qur’an adalah perjalanan tanpa akhir, dan setiap pengajar perlu terus memperbarui ilmu dan bacaan.

 

AQLC berharap kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata untuk menguatkan budaya Qur’ani di seluruh unit pendidikan Ar-Risalah dan memperkokoh kualitas guru sebagai penjaga estafet pendidikan Al-Qur’an. (MCA)